"Cerita cinta indah yang tidak menjadi pernikahan, tidak bisa mengalahkan indahnya pernikahan sederhana. MT"

Analisis Ketahanan NKRI



 ANALISIS KETAHANAN NASIONAL NKRI


BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Terbentuknya negara Indonesia dilatarbelakangi oleh oleh perjuangan sudah sejak lama Indonesia menjadi incaran banyak negara atau bangsa karena potensinya yang besar dilihat dari wilayahnya yang luas dengan kekayaan alam yang banyak,kenyataanya ancaman datang tidak hanya dari luar tetapi juga dari dalam,terbukti setelah perjuangan bangsa Indonesia tecapai dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ancaman dan gangguan dari dalam juga timbul,dari yang bersifat kegiatan fisik sampai yang ideologis meskipun demikian bangsa Indonesia memegang suatu komitmen bersama untuk tetap tegaknya negara kesatuan Indonesia,
Dorongan kesadaran bangsa yang dipengaruhi kondisi dan letak geografis dengan dihadapkan dengan lingkungan dunia yang serba berubah akan memberikan motivasi dalam menciptakan suasana damai tertib dalam tatanan nasional dan hubungan internasional yang serasi beberapa ancaman dalam dan luar negeri telah dapat diatasi bangsa Indonesia dengan adanya tekad bersama dalam menggalang kesatuan dan keutuhan bangsa berbagai pemberontakan dan gerakan separatis pernah muncul seperti pemberontakan PKI.DI/TII Kartosuwiryo,PRRI,PERMESTA dan juga gerakan separatis RMS serta keinginan menyelenggarakan pemertintahan sendiri di timur-timor yang pernah menyatakan dirinya berintegrasi dengan Indonesia meskipun akhirnya kenyataan politik mengakibatkan lepasnya kembali daerah tersebut
Ancaman separatis dewasa ini ditunjukan dengan banyaknya wilayah atau propinsi di Indonesia yang menginginkan dirinya lepas dari NKRI, begitu pula beberapa aksi provokasi yang mengganggu kestabilan kehidupan sampai terjadinya berbagai kerusuhan yang diwarnai nuansa etnis,dan agama bangsa Indonesia telah berusaha menghadapi semua ini dengan semangat persatuan dan keutuhan meskipun demikian gangguan dan ancaman akan ada selama perjalanan bangsa,maka diperlukan kondisi dinamis bangsa yang dapat mengantisipasi keadaan apapun yang terjai di Negara ini.
Kekuatan bangsa dalam menjaga keutuhan negaranya tentu saja selalu didasari oleh segenap landasan baik,landasan ideal konstitusional dan juga wawasan visional landasan ini akan memberikan kekuatan konseptual filosofis untuk merangkum,mengarahkan  dan mewarnai segenap kegiatan hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang tertinggi derajatnya,manusia tidak hanya memiliki wujud,kehidupan,dan naluri,melainkan juga dapat berpikir dan berbahasa.Dengan kemampuan tersebut agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia hidup berkelompok,melengkapi dirinya dengan peralatan penolong,serta menempati suatu daerah dan menguasainya dengan kata lain,kemampuan berpikir dan berbahasa itu memungkinkan manusia menjadi makhluk berbudaya.
Sebagai makhluk berbudaya,manusia mengadakan berbagai hubungan dengan lingkungannya yang mewujudkan berbagai bidang kehidupan nasional,diantaranya ialah:
a)      Hubungan manusia dengan Tuhan terwujud dalam bentuk Agama dan kepercayaan
b)      Hubungan manusia dengan manusia yang terwujud dalam hubungan sosial
c)       Hubungan manusia dengan alam sekitarnya terwujud dalam ilmu dan teknologi
d)      Hubungan manusia dengan kebutuhannya yang terwujud dalam ekonomi
e)      Hubungan manusia dengan rasa aman terwujud dalam usaha pertahanan dan keamanan
f)       Hubungan manusia dengan negara terwujud dalam bentuk politik
g)      Hubungan manusia dengan cita-cita terwujud dalam bentuk ideologi
Keseluruhan hubungan itu merupakan bidang kehidupan manusia yang diselenggarakan dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dapat diperolehnya dengan menggunakan kemampuan yang ada padanya.Manusia secara kodrati hidup berkelompok dalam masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhannya serta bersama-sama melindungi diri dengan kata lain,manusia selalu hidup bermasyarakat agar dapat mencapai kebutuhan hidupnya yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan dan keamanan di bangsa ini.
Kesejahteraan dan keamanan merupakan kebutuhan yang menyangkut kelangsungan hidup manusia untuk mencapai tujuan hidup yang dicita-citakan.Oleh karena itu,ketahanan nasional pada hakikatnya merupakan suatu konsepsi didalam pengaturan serta penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional adapun bentuk penyelenggaraanya sebagai berikut;
Pendekatan kesejahteraan digunakan untuk  mewujudkan ketahanan berbentuk kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan menyumbangkan nilai-nilai nasionalnya menjadi kemakmuran yang adil merata,baik itu dari segi Riohaniah maupun Jasmaniah sedang
Pendekatan keamanan adalah kemampuan bangsa dalam melindungi keberadaan seta nilai-nilai nasionalnya terhadap segala ancaman baik yang datang dari luar maupun dalam.Kedua pendekatan ketahanan nasional ini selalu digunakan bersama-sama.Pendekatan mana yang lebih ditekankan tergantung kepada kondisi serta situasi nasional dan internasional yang sedang dihadapi bangsa perlu kami ingatkan kembali bahwa kesejahteraan dan keamanan hanya dapat dibedakan,tetapi tidak dapat dipisahkan oleh siapapun karena keduanya merupakan tujuan negara yang berhubungan dengan kesatuan bangsa yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.
Pertahanan keamanan mempunyai peranan besar dalam kesejahteraan oleh karena itu untuk mendapatkan ketahanan nasional yang diinginkan harus diusahakan dengan penilaian secara kualitatif atas perwujudan kesejahteraan dan keamanan dalam setiap sudut pandang dalam kehidupan berdemokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

B.       PEMBAHASAN MASALAH
Sebelum melanjutkan ke pembahasan masalah kami akan menguraikan apa saja isi dari kata masalah itu sendiri yang terdiri dari empat subjek yakni:
            1.         Tantangan
Tantangan merupakan suatu hal atau usaha yang bertujuan atau bersifat menggugah kemampuan.
            2.         Ancaman
Ancaman ialah suatu hal atau usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan yang dilakukan secara konsepsional,kriminal,serta politik
            3.         Hambatan
Hambatan merupakan suatu hal atau usaha berasal dari diri sendiri  yang bersifat atau bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional
            4.         Gangguan ialah merupakan suatu hal atau usaha yang berasal dari luar yang bersifat atau bertujuan melemahkan serta menghalangi secara tidak konsepsional
Kehidupan nasional menurut bangsa Indonesia dibagi atas dua aspek dasar pertahanan yaitu aspek alamiah dan aspek sosial dimana aspek alamiah meliputi tiga unsur yakni
·         Posisi dan lokasi geografi negara
·         Keadaan dan kekayaan alam
·         Keadaan dan kemampuan penduduk
Sedangkan aspek sosial meliputi lima unsur dimana dari kelima unsur tersebut masing-masing memiliki makna yang sangat penting dalam suatu negara menyangkut pertahanan nasional dinegara itu.Unsur yang pertama yakni Ideologi dan unsur yang kedua adalah unsur Politik,ketiga yakni unsur Ekonomi,ke empat unsur sosial budaya dan yang terakhir adalah unsur Keamanan.
Dari kedua aspek tersebut antara aspek Alamiah dan aspek Sosial terdapat hubungan timbal balik yang sifatnya saling interdependensi yang berhubungan erat dimana semua unsur saling mempengaruhi terbentuknya suatu kesatuan sebuah negara.



C.      TUJUAN TEORITIS DAN PRAKTIS MAKALAH
Setiap bangsa mempunyai cita-cita luhur yang ingin dicapai dan cita-cita tersebut mempunyai fungsi sebagai penentu dari tujuan nasional,dalam rangka mencapai tujuan nasional bangsa  Indonesia yang tak luput dari tantangan,ancaman,hambatan serta gangguan yang senantiasa perlu dihadapi ataupun ditanggulangi mencakup seluruh komponen bangsa terutama para penerus-penerus bangsa yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
Oleh karena itu,suatu bangsa harus mempunyai kemampuan,kekuatan,ketangguhan dan keuletan dalam menghadapinya dan semua itu dilakukan tak lain dilakukan semata-mata untuk dapat mempertahankan kelangsungan kehidupan suatu bangsa,dalam mempertahankan kelangsungan suatu negara bangsa yaitu bangsa Indonesia.
Makalah ini disusun guna membantu menambah wawasan para pembaca dalam hal konsep ketahanan nasional yang ada di Republik Indonesia ini,yang kemudian diharapkan dapat mengaplikasikannya kedalam kehidupan berbangsa dan bertanah air, dan dari keseluruhan konsep tersebut sudah menyangkut gambaran umum dan unsur-unsur yang seharusnya dipahami secara mendalam oleh segenap komponen bangsa Indonesia dalam rangka meningkatkan pertahanan di bumi pertiwi agar dapat menjadi bangsa yang kokoh,tangguh dan patut menjadi contoh bagi bangsa lain yang ada dibelahan dunia.
Dimana semua dari komponen ini disusun dan dikembangkan berdasarkan wawasan nusantara dan untuk mewujudkan semua itu bagi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat harus mempunyai aspek-aspek,unsur-unsur ketahanan nasional dimana hal tersebut akan kami bahas lebih terperinci pada bab 2 berikutnya.

 
BAB II
PEMBAHASAN

A.      PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL
Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa,didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.Kekuatan nasional ini diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman,tantangan hambatan dan gangguan yang datang baik secara langsung atau tidak langsung yang akan membahayakan kesatuan,keberadaan serta kelangsungan hidup bangsa dan negara (NOOR Ms BAKRY,2002).
        Ketahanan nasional (Indonesia)adalah kondisi dimana suatu bangsa Indonesia yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi,berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan ancaman hambatan dan gangguan,baik yang datang dari dalam maupun dari luar untuk menjamin Identitas,Integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapaiu tujuan nasional (Lemhamnas,2000:98)

B.      ASPEK ALAMIAH KETAHANAN WILAYAH NEGARA INDONESIA
Dalam usaha memberikan gambaran umum tentang ketahanan nasioanal Indonesia,perlu kami bahas terlebih dahulu dari segi aspek-aspek alamiah ketahanan Indonesia yang mencakup:
a.       Kondisi Geografis Negara Indonesia
Kondisi geografis negara indonesia sangat strategis dalam suatu posisi silang. Itulah sebabnya indonesia banyak menerima pengaruh terutama pada bidang politik,ekonomi,dan sosial budaya. Letak serta kondisi geografis itulah yang menyebabkan kebhinekaan bangsa indonesia.
Wilayah indonesia mengenal dua rantai pegunungan. Pertama rantai pegunungan dimulai dari Burma dan menyebar kearah tenggara ke Sumatra terus ke Jawa, kepulauan nusa tenggara sampai Timor dan belok setengah lingkaran ke Seram,Amboina,Buru sampai ke Sulawesi.Rantai kedua dari Jepang dan menyebar ke arah barat daya sampai Filipina terus ke kepulaun indonesia sebelah timur. Kedua rantai pegunungan itu bertemu di pulau-pulau Sulawesi dan Halmahera dimana terlihat suatu silang utara ke Selatan,yang lain dari timur ke barat.
Selanjutnya mengenai keadaan posisi perbatasan dapat di kemukakan bahwa disebelah timur wilayah Indonesia berbatasan dengan wilayah Papua Nugini dan Australia,sedang disebelah utara berbatasan dengan wilayah India (Nikobar), Malaysia,Singapura,Filipina dan Vietnam.
Dari uraian diatas dapat dinyatakan bahwa Indonesia menempati dan memiliki posisi silang bukan hanya dalam goegrafi tetapi juga dalam arti lalu lintas,komunikasi,ideologi dan politik sosial ekonomi,demografi dan militer posisi silang demikian memberikan kepada kedudukan dan peranan yang penting sekali dalam persoalan-persoalan luar negeri maupun dalam negeri.
b.      Keadaan dan Sumber Kekayaan Alam
Indonesia cukup memiliki sumber kekayaan alam,baik sumber-sumber nabati atau flora dan sumber-sumber hewani atau fauna yang dapat dikelola.Indonesia juga mempunyai sumber-sumber mineral yang meliputi bahan-bahan galian,biji-bijian maupun bahan-bahan galian industri,disamping sumber-sumber tenaga yang lain.
Kekayaan alam di Indonesia ialah segala sumber dan potensi si alam yang terdapat dibumi dan dilaut serta diudara yang berada diwilayah kedaulatan Negara Republik Indonesia, diantaranya ada yang dapat diperbahurui seperti (fauna dan flora) dan ada juga yang tidak dapat diperbahurui seperti (mineral)
Pengelolaan dan pemanfaatan sumber-sumber alam harus dilaksanakan berdasar asas maksimal berarti sumber alam harus dapat memberikan manfaat yang optimal untuk pembangunan dan menjaga keseimbangan antar daerah,asas lestari antara lain dikaitkan dengan kebijaksanaan pengolahan sumber alam agar tidak merugikan generasi yang akan datang artinya sumber alam harus dapat dimanfaatkan selama mungkin,asas daya saing berarti bahwa sumber alam harus di manfaatkan sebagai alat dan untuk mengurangi ketergantungan kepada negara besar.
Perwujudan kewajiban-kewajiban pemanfaatan sumber daya alam akan meningkatkan ekonomi nasional yang kemudian dapat meningkatkan pula ketahanan nasional,sebaliknya ketidak seimbangan dalam memanfaatkan potensi alam baik secara nasional maupun dalam konteks dunia (global)akan membahayakan ketahanan negara yang bersangkutan.
c.       Keadaan dan Kemampuan Penduduk
Negara Indonesia menghadapi masalah kependudukan yang menyangkut jumlah serta pembatasan penduduk,distribusi secara geografis diseluruh wilayah Indonesia dan akibat  sehubungan dengan pertambahan penduduk serta penyebaran penduduk dan komposisi penduduk dari wilayah ke wilayah yang tidak stabil.
Sejak berakhirnya perang kemerdekaan pada tahun 1949 hingga sekarang jumlah penduduk Indonesia meningkat terus dan kenaikan jumlah penduduk rata-rata hingga 2.5% pertahun penyebaran penduduk secara geografis diketahui,bahwa penyebaran tersebut tidak merata karena hampir 65% dari seluruh penduduk Indonesia menetap dijawa dan madura,yang hanya merupakan 7% dari seluruh luas pulau-pulau Indonesia.
Penambahan penduduk membawa berbagai akibat yang menimbulkan suatu ancaman baik langsung maupun tidak langsung.
Penambahan penduduk,berarti diperlukan penambahan hasil pendapatan penduduk perkapita kira-kira 3% dari jumlah tambahan penduduk dan penambahan lapangan kerja untuk mengimbangi penambahan penduduk,jika tidak maka akan menimbulkan pengangguran dan akan mempengaruhi keamanan.Distribusi penduduk yang tidak merata dapat memperkecil kemampuan negara dalam memanfaatkan kekayaan alam yang berlimpah-limpah.
usaha untuk mengatasi masalah distribusi penduduk antara lain ialah transmigrasi,dan pentingnya peranan pendidikan kependudukan dalam lingkungan hidup,fasilitas pendidikan harus bertambah setiap tahun,jika tidak akan menimbulkan masalah sosial yang akan menimbulkan ancaman.


Next Prev

0 komentar:

Poskan Komentar

Wikipedia

Hasil penelusuran